Angin..

pada suatu hari, terdapat seorang gaadis kecil yang duduk di sebuah gurun pasir. Matanya yang kering, dingin terhembus angin.. hembusan tersebut membuatnya terasa perih.. kemudian matanya pun mengeluarkan air. jauh sebelumnya,ia tak pernah mengira bahwa hembusan angin yang meski sebentar itu, selain membawa dingin juga membuat matanya perih, berlinang air mata. setelah sekian lama menatap nanar kehidupannya, ia baru menyadari bahwa memang angin itu yang ia butuhkan untuk kepanjangan umur matanya. mekipun perih, setidaknya ia sudah berhasil berkedip. lalu kemudian pandangan matanya pun kembali jernih.. sempat terlintas ia benci dengan pandangannya kini, yang telah memaksakan lepas dari fana dan kembali ke realitas. bahwa tujuannya yang sebenarnya bukanlah gurun. meski ribuankali memberi nyaman, namun perlahan mematikannya. dengan penuh kesadaran itu, ia kembali bangkit. dan meneruskan perjalanannya.. ------- hai angin aku ingin berterima kasih.. meski sejenak kau menyejukan, perih yang tiba-tiba, namun kau berhasil menyadarkanku atas banyk hal aku tidak pernh tau apakah tiap angin akan menghembuskan udara yang sama persis? tapi yang jelas, aku meyakini, meskipun tiap angin menghembuskan udara yang sama, namun, waktu akan jelas membedakannya. lantas, setelah kesejenakan ini, haruskah aku berterima kasih? maukah kau menghembuskan udara yang sama kembali meski di waktu yang berbeda?

Popular posts from this blog

Dia

Aku dan Cintaku

Nothing