Surat untuk Kisah Sementaraku.

Hai kisah!
Terima kasih telah hadir memberikan warna baru dalam hidupku.
Hadirmu sangat berwarna.
Merah, biru, ungu, semuanya menjadi satu.
Hingga akhirnya warnamu berhasil membuatku kalut.

Aku lupa betapa pentingnya diriku hingga membuatku bingung
Aku bingung mana tempatku dan mana tempat yang senyaman tempatku.
Lalu ku pikir, itu bukan dirimu.
Pikiran itu lah yang membuat hari ku penuh.
Berisik oleh berbagai sisik yang menyayat pikiranku.

Dalam diriku, aku berkata untuk pergi dan melepaskan segalanya.
Namun aku dengan kehilangan warnamu sungguh abu-abu.
Ku pikir aku mulai tidak siap.
Aku salah telah bermain-main dengan perasaanku.

Kamu begitu spesial
Betapa spesialnya dirimu berhasil membuatku lupa tempat mana yang layak untuk kau tapaki
Jika kau dapat melihat ikan mas, mengapa tidak kau akan lihat lumba-lumba yang jauh lebih indah
Oh wahai kisahku, ketahuilah..
Kau telah datang ke tempat yang salah.

Aku dan perlawananku kini sudah pasrah. 
Akan baik untukku berjalan ke lorong penuh kegelapan 
Tidak akan ada cahaya, karena cahayaku telah ada.
dan kau harus membawanya.

Aku takan berpikir
Dan akan ku hapus pikiran ku secara penuh.
Setitik harap kehilanganmu akan mencariku.
Ku haramkan segala bentuk itu dalam pikiran ku.
Itu yang dapat ku janjikan pada diriku

Berjalanlah tampaku.
Bawalah cahayaku
Temukan pelangimu
dan 
terima kasih atas segala harapku


dari ku yang tak pernah tahu, apa arti pertemuamu denganku.



Popular posts from this blog

Dia

Aku dan Cintaku

Nothing