Sang Wanita di Perantauan
Ingin ku
ceritakan suatu kisah yang mungkin tiada penting bagi para pemula kehidupan
Kisah sebagai
manusia yang hidup di tanah perantauan
Tidak ada yang
tau bagaimana nasip mereka menjulang
Yang pasti, akan
selalu ada penderitaan yang menerpa mereka
Sakit ? sudah
pasti.. namun begitulah kehidupan
Hidup merantau
bukanlah perkara mudah
Kau akan belajar
banyak mengenai arti kehidupan
Tepatnya bagaimana
kau memanusiakan manusia
Bukan kehidupan
mananya jika tidak menemukan kepedihan yang amat dalam
Namun siapa
sangka kapan akan berakhr semuanya
Hidup sebagai
perantauan hanya menjalani nikmat dengan balasan “ini belum seberapa karena
masih banyak yang menderita di luar sana”
Maka mereka
bersyukur seketika
Hidup di tampungan
dengan segala asa
Dengan segala
konsekuensi balasbudi hidup dan mati harus kau pertahankan
Harus kau telan
Pergi jauh dari kehidupan
yang sebagai pemeran utama
Haha! Siapa? Siapa
yang memikirkanmu?
Melihat mu dengan
kondisi baik2 saja pun sudah cukup
Meski realitanya
belatung bergemuruh di belakang punggung
Maka kau harus
rasakan kuasanya
Anakku..
Kehidupanku sebagai
wanita yang merantau tidaklah semenyenangkan itu,
Kau harus pergi
jauh dari kenikmatan peran pelayanan orang terkasih di sampingmu
Kau pergi dari
indahnya dunia bersama kelonan ibumu
Namun mereka kuat.
Mereka kuat
melaluinya dan selalu bergantung atas apa yang akan terjadi di harapan mereka
Anakku,
Ibumu ini bukan
manusia hebat yang kuat di setiap terpaan rasa sakitnya kehidupan
Juga tak pandai
dalam mensiasati fana kesenangan yang tampak di permukaannya
Ia hanya seorang
pengeluh yang hanya bisa terdiam ketika tersentak dan menangis dalam kesepian
Keahliannya hanyalah
berharap pada takdir yang digariskan tuhannya meski ia tak pernah tau apa yang
sedang dijalaninya
Anakku,
Setidaknya hingga
sampai detik ini, ia masih berusaha untuk membahagiakan org2 yang menaruh
harapan besar padanya
Meskipun hingga
saat ini masih tdk tau, apakah yang akan terjadi setelah ini dan bagaimana
akhir dari ceritanya
28 Desember 2017